Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Grounding merupakan salah satu bagian penting dalam instalasi listrik maupun sistem proteksi petir. Sistem ini berfungsi menyediakan jalur bagi arus gangguan dan energi listrik untuk dialirkan menuju tanah secara terkendali. Karena itu, kondisi grounding perlu diperhatikan secara berkala, terutama pada bangunan yang memiliki instalasi listrik, peralatan elektronik, maupun sistem penangkal petir.

Salah satu masalah yang sering ditemukan saat pemeriksaan adalah nilai tahanan grounding yang mengalami kenaikan. Sebagai contoh, sebelumnya hasil pengukuran menunjukkan 2 Ohm, tetapi beberapa waktu kemudian hasilnya menjadi 4 Ohm atau bahkan lebih tinggi.

Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan: Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya menjadi hal yang penting dipahami sebelum melakukan perbaikan. Kenaikan nilai tidak selalu berarti batang grounding langsung rusak. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhinya, mulai dari perubahan kondisi tanah, kelembapan, kualitas sambungan, kondisi elektroda, hingga metode pengukuran.

Apa yang Dimaksud dengan Nilai Grounding?

Nilai grounding yang biasanya dibicarakan dalam pemeriksaan lapangan adalah nilai tahanan pembumian yang dinyatakan dalam satuan Ohm (Ω).

Secara sederhana, nilai tersebut menggambarkan seberapa besar tahanan yang diberikan sistem pembumian terhadap aliran arus menuju bumi. Semakin rendah nilai tahanannya, secara umum semakin rendah hambatan sistem terhadap aliran arus ke tanah.

Namun, sistem grounding tidak hanya terdiri dari satu batang yang ditanam di dalam tanah. Sistem pembumian dapat terdiri dari elektroda, konduktor pembumian, sambungan, terminal, serta konfigurasi elektroda yang dirancang sesuai kebutuhan instalasi.

PUIL 2020 Bagian 5-54 membahas susunan pembumian dan konduktor proteksi, sedangkan PUIL 2020 Bagian 6 membahas verifikasi instalasi listrik. Keduanya tercatat sebagai standar yang berlaku pada katalog resmi BSN.

Karena itu, ketika hasil pengukuran berubah, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada batang elektroda, tetapi pada keseluruhan sistem.

Apakah Nilai Grounding Bisa Berubah?

Ya. Nilai tahanan grounding dapat berubah seiring waktu.

Tanah bukan material yang memiliki kondisi listrik yang selalu konstan. Resistivitas tanah dipengaruhi oleh jenis tanah, kadar air, kandungan mineral atau garam terlarut, temperatur, dan kondisi fisik tanah. IEEE menjelaskan bahwa resistivitas tanah dapat berubah cukup besar berdasarkan kelembapan dan karakteristik material tanah.

Karena itu, hasil pengukuran pada musim hujan belum tentu sama dengan hasil pengukuran ketika kondisi tanah lebih kering.

Perubahan nilai tidak selalu menunjukkan kerusakan sistem. Yang lebih penting adalah mengetahui apakah perubahan tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima untuk sistem yang digunakan dan apakah terdapat indikasi masalah pada instalasinya.

Penyebab Nilai Grounding Bisa Naik

Ada beberapa penyebab yang umum perlu diperiksa ketika nilai tahanan pembumian meningkat.

1. Tanah Mengalami Kekeringan

Kondisi tanah merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi nilai grounding.

Ketika kandungan air di dalam tanah berkurang, resistivitas tanah dapat meningkat. Akibatnya, tahanan sistem pembumian yang diukur juga dapat meningkat.

Hal ini sering terjadi ketika kondisi tanah menjadi sangat kering setelah periode tanpa hujan. Tanah yang sebelumnya memiliki kelembapan cukup dapat mengalami perubahan karakteristik listrik.

IEEE mencatat bahwa kandungan air merupakan salah satu faktor dominan yang memengaruhi resistivitas sebagian besar jenis tanah.

Karena itu, perubahan nilai grounding antara musim hujan dan musim kemarau tidak selalu berarti instalasi mengalami kerusakan.

Cara mengatasinya

Jangan langsung mengganti elektroda hanya berdasarkan satu hasil pengukuran. Lakukan pengukuran ulang dan bandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya.

Jika kenaikan terjadi secara konsisten, pemeriksaan kondisi elektroda dan sistem grounding perlu dilakukan.

2. Kondisi Tanah di Sekitar Elektroda Berubah

Selain kadar air, struktur tanah di sekitar elektroda juga dapat mengalami perubahan.

Tanah dapat mengalami pemadatan, penggalian, penimbunan, pembangunan fondasi baru, atau perubahan kondisi permukaan. Aktivitas tersebut dapat mengubah kondisi tanah yang sebelumnya menjadi bagian dari jalur pembumian.

Pada proyek industri atau bangunan yang mengalami renovasi, perubahan kondisi tanah cukup penting diperhatikan.

Misalnya, area tempat elektroda grounding dipasang sebelumnya merupakan tanah terbuka. Kemudian area tersebut ditutup beton atau mengalami pekerjaan konstruksi. Kondisi di sekitar sistem grounding dapat berubah dan perlu dievaluasi kembali.

3. Elektroda Mengalami Korosi

Elektroda grounding berada di dalam tanah dalam jangka waktu yang panjang. Kondisi tanah dan lingkungan dapat menyebabkan terjadinya korosi pada material tertentu.

Korosi dapat memengaruhi kondisi fisik elektroda dan sambungan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menurunkan keandalan sistem.

Pemeriksaan visual mungkin tidak selalu cukup karena sebagian elektroda berada di dalam tanah.

Cara mengatasinya

Apabila terdapat indikasi korosi atau sistem sudah digunakan dalam waktu lama, lakukan pemeriksaan teknis terhadap elektroda dan sambungannya.

Jangan hanya melihat angka Ohm. Kondisi fisik sistem juga perlu diperiksa.

4. Sambungan Grounding Longgar atau Rusak

Sistem grounding membutuhkan sambungan yang baik antara konduktor dan elektroda.

Sambungan yang longgar, rusak, mengalami korosi, atau mengalami penurunan kualitas kontak dapat menyebabkan perubahan hasil pengukuran dan mengurangi keandalan sistem.

Hal ini dapat terjadi pada sambungan kabel ke grounding rod, clamp, terminal, atau titik sambungan lainnya.

Cara mengatasinya

Periksa seluruh sambungan grounding, kemudian pastikan sambungan dalam kondisi baik dan sesuai dengan desain instalasi.

Jika ditemukan korosi atau kerusakan, komponen yang bermasalah perlu diperbaiki atau diganti sesuai kebutuhan.

5. Konduktor Grounding Mengalami Kerusakan

Bukan hanya elektroda yang perlu diperiksa. Konduktor yang menghubungkan sistem instalasi dengan elektroda juga dapat mengalami kerusakan.

Kabel atau penghantar dapat mengalami:

  • korosi;
  • kerusakan mekanis;
  • sambungan terlepas;
  • perubahan jalur;
  • kerusakan akibat pekerjaan konstruksi;
  • atau gangguan pada titik terminasi.

Apabila kontinuitas penghantar terganggu, sistem grounding dapat mengalami masalah meskipun elektroda di dalam tanah sebenarnya masih dalam kondisi baik.

6. Perubahan Kondisi Kimia Tanah

Kandungan mineral dan zat terlarut di dalam tanah dapat memengaruhi resistivitas tanah.

Aktivitas industri, perubahan lingkungan, penggunaan bahan kimia tertentu, maupun perubahan kondisi tanah dapat menyebabkan karakteristik listrik tanah berubah.

IEEE juga menjelaskan bahwa kandungan garam dan bahan kimia terlarut dapat memengaruhi resistivitas tanah.

Karena itu, pada lokasi industri atau area dengan kondisi tanah yang kompleks, pemeriksaan tanah dan sistem grounding perlu dilakukan secara lebih terencana.

7. Penambahan atau Perubahan Instalasi Listrik

Bangunan dapat mengalami perubahan selama masa penggunaannya.

Contohnya:

  • penambahan panel listrik;
  • penambahan mesin;
  • penambahan genset;
  • pemasangan EV charger;
  • penambahan peralatan elektronik;
  • perluasan bangunan;
  • atau perubahan sistem kelistrikan.

Perubahan tersebut dapat menyebabkan kebutuhan pembumian ikut berubah.

Karena itu, sistem grounding sebaiknya dievaluasi ketika terjadi perubahan besar pada instalasi listrik atau fungsi bangunan.

8. Perubahan Sistem Proteksi Petir

Grounding juga menjadi bagian penting dari sistem proteksi petir.

Apabila bangunan melakukan perubahan pada sistem penangkal petir, seperti penambahan terminal udara, perubahan jalur down conductor, atau perubahan konfigurasi grounding, sistem secara keseluruhan perlu diperiksa kembali.

Sistem proteksi petir tidak seharusnya dinilai hanya dari angka tahanan grounding. Jalur penghantar, sambungan, bonding, konfigurasi elektroda, dan kebutuhan proteksi lainnya juga harus diperhatikan.

9. Jarak dan Konfigurasi Elektroda Tidak Tepat

Penggunaan beberapa elektroda tidak otomatis membuat nilai grounding menjadi sangat rendah.

Jarak antar elektroda, konfigurasi pemasangan, kedalaman, serta karakteristik tanah memengaruhi efektivitas sistem.

IEEE Std 142 menjelaskan bahwa penempatan elektroda dan hubungan antar-elemen grounding perlu diperhitungkan dalam desain sistem.

Karena itu, jika nilai grounding masih tinggi setelah penambahan elektroda, jangan langsung menyimpulkan bahwa jumlah batang masih kurang.

Bisa jadi masalahnya terdapat pada konfigurasi atau kondisi tanah.

10. Metode Pengukuran Tidak Konsisten

Ini merupakan faktor yang sering terlupakan.

Perbedaan hasil pengukuran tidak selalu berarti kondisi grounding berubah. Hasil dapat berbeda jika kondisi atau metode pengukuran juga berbeda.

Misalnya:

  • posisi elektroda bantu berbeda;
  • kondisi tanah berbeda;
  • alat ukur berbeda;
  • sambungan alat tidak tepat;
  • terdapat gangguan listrik di sekitar area;
  • atau pengukuran dilakukan dengan konfigurasi yang berbeda.

IEEE menyatakan bahwa banyak faktor tidak pasti terdapat dalam perhitungan tahanan bumi, sehingga pengukuran aktual setelah sistem selesai sangat penting.

Karena itu, ketika nilai grounding terlihat naik secara tiba-tiba, lakukan pengukuran ulang dengan metode yang sesuai sebelum melakukan pekerjaan perbaikan.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Nilai Grounding Naik?

Jangan langsung melakukan tindakan seperti menambah grounding rod tanpa mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan dapat dilakukan secara bertahap.

Langkah 1: Bandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya

Lihat apakah kenaikan terjadi secara bertahap atau tiba-tiba.

Contohnya:

Pengukuran pertama: 2,1 Ω

Pengukuran kedua: 2,8 Ω

Pengukuran ketiga: 4,2 Ω

Jika terjadi pola kenaikan seperti itu, sistem perlu diperiksa lebih lanjut.

Langkah 2: Periksa kondisi fisik instalasi

Periksa:

  • grounding rod;
  • kabel grounding;
  • clamp;
  • terminal;
  • sambungan;
  • box inspeksi;
  • jalur konduktor;
  • dan bagian sistem lainnya.
Langkah 3: Periksa kondisi tanah

Perhatikan apakah lokasi mengalami:

  • kekeringan;
  • penimbunan;
  • penggalian;
  • perubahan permukaan;
  • pembangunan baru;
  • atau perubahan kondisi lingkungan.
Langkah 4: Lakukan pengukuran ulang

Gunakan metode dan alat ukur yang sesuai.

Pengukuran harus dilakukan secara konsisten agar hasil dapat dibandingkan.

Langkah 5: Evaluasi desain sistem

Jika nilai tetap tinggi, evaluasi kembali konfigurasi grounding, jumlah elektroda, kedalaman, ukuran penghantar, dan kondisi tanah.

Bagaimana Cara Menurunkan Nilai Grounding yang Terlalu Tinggi?

Metode perbaikannya bergantung pada penyebab masalah.

Beberapa pendekatan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

Menambah Elektroda Grounding

Penambahan elektroda dapat menjadi salah satu solusi jika desain sistem memang memungkinkan.

Namun, penambahan batang harus memperhatikan jarak dan konfigurasi agar hasilnya efektif.

Memperdalam Elektroda

Pada kondisi tanah tertentu, pemasangan elektroda lebih dalam dapat membantu mencapai lapisan tanah dengan karakteristik resistivitas yang berbeda.

Namun, metode ini tetap harus disesuaikan dengan kondisi lokasi.

Menggunakan Sistem Elektroda yang Sesuai

Sistem grounding dapat dirancang menggunakan beberapa elektroda atau konfigurasi tertentu sesuai kebutuhan.

Desain tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah batang, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik tanah dan kebutuhan sistem.

Memperbaiki Sambungan

Jika masalah berasal dari sambungan yang longgar atau korosi, memperbaiki titik sambungan dapat menjadi langkah yang lebih tepat daripada menambah elektroda baru.

Melakukan Perbaikan Sistem Secara Menyeluruh

Jika sistem sudah tua atau mengalami banyak perubahan, pemeriksaan menyeluruh mungkin diperlukan.

Tujuannya bukan hanya mendapatkan angka Ohm yang lebih rendah, tetapi memastikan sistem grounding bekerja sesuai fungsi dan kebutuhan instalasi.

Apakah Menyiram Tanah Bisa Menurunkan Grounding?

Menyiram area sekitar elektroda memang dapat membuat tanah menjadi lebih lembap dan pada kondisi tertentu dapat menurunkan resistivitas tanah untuk sementara.

Namun, hal tersebut bukan solusi permanen.

Jika nilai grounding hanya menjadi rendah setelah tanah dibasahi kemudian kembali tinggi ketika tanah kering, masalah sebenarnya belum diselesaikan.

Sistem grounding sebaiknya dirancang berdasarkan kondisi tanah dan kebutuhan instalasi, bukan mengandalkan penyiraman secara rutin.

Apakah Menambahkan Garam Bisa Menurunkan Nilai Grounding?

Bahan yang meningkatkan kandungan ion dalam tanah dapat menurunkan resistivitas dalam kondisi tertentu. Namun, penggunaan bahan kimia atau garam secara sembarangan tidak disarankan.

Selain tidak selalu memberikan solusi jangka panjang, bahan tertentu dapat mempercepat korosi elektroda dan komponen grounding.

Karena itu, jika nilai grounding tinggi, lebih baik lakukan evaluasi desain dan kondisi tanah terlebih dahulu.

Kapan Grounding Perlu Diperiksa?

Pemeriksaan grounding sebaiknya dipertimbangkan secara berkala, terutama pada:

  • pabrik;
  • gudang;
  • gedung perkantoran;
  • fasilitas komersial;
  • rumah;
  • fasilitas dengan banyak perangkat elektronik;
  • ruang server;
  • fasilitas dengan sistem penangkal petir;
  • dan bangunan yang mengalami perubahan instalasi listrik.

Pemeriksaan juga penting dilakukan setelah pekerjaan konstruksi atau perubahan besar pada sistem kelistrikan.

Dengan pencatatan hasil pengukuran secara berkala, perubahan nilai grounding dapat diketahui lebih cepat.

Mengapa Pengukuran Grounding Penting?

Nilai grounding tidak sebaiknya ditebak berdasarkan kondisi fisik tanah atau hanya dari kedalaman batang elektroda.

Pengukuran aktual diperlukan untuk mengetahui kondisi sistem.

Metode pengukuran tahanan pembumian menggunakan elektroda bantu merupakan salah satu metode yang umum digunakan. Dalam praktik pengukuran, posisi dan jarak elektroda bantu perlu disesuaikan dengan metode yang digunakan dan kondisi lokasi.

Yang penting, hasil pengukuran harus dilakukan menggunakan alat dan prosedur yang tepat sehingga hasilnya dapat digunakan untuk evaluasi.

Kesimpulan

Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya tidak memiliki satu jawaban saja. Kenaikan nilai dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah yang lebih kering, perubahan kelembapan, perubahan struktur tanah, korosi elektroda, masalah sambungan, kerusakan konduktor, perubahan sistem listrik, konfigurasi elektroda, maupun perbedaan metode pengukuran.

Karena itu, ketika nilai grounding meningkat, jangan langsung mengambil kesimpulan bahwa grounding rod harus ditambah.

Langkah yang lebih tepat adalah membandingkan hasil pengukuran, melakukan pemeriksaan fisik, mengevaluasi kondisi tanah, memastikan metode pengukuran konsisten, kemudian menentukan tindakan perbaikan berdasarkan penyebabnya.

Grounding yang baik bukan hanya mengenai mendapatkan angka Ohm yang rendah. Sistem harus dirancang, dipasang, diperiksa, dan diuji sesuai kebutuhan instalasi.

Nilai Grounding di Lokasi Anda Mengalami Kenaikan?

Jika hasil pengukuran grounding di rumah, gedung, gudang, atau pabrik Anda mengalami kenaikan, sebaiknya lakukan pemeriksaan sebelum menentukan metode perbaikannya.

PT Sempurna Karya Esa membantu kebutuhan pemasangan dan pengukuran grounding serta sistem proteksi petir untuk berbagai jenis bangunan.

Untuk konsultasi, Anda dapat menyiapkan informasi:

  • Lokasi proyek
  • Jenis bangunan
  • Jumlah lantai atau tinggi bangunan
  • Nilai grounding sebelumnya
  • Nilai grounding terbaru
  • Jika tersedia, hasil pengukuran atau dokumentasi sistem grounding

Dengan informasi tersebut, kebutuhan pemeriksaan dapat dipahami lebih awal dan metode penanganannya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Konsultasikan kondisi grounding Anda dan lakukan pemeriksaan sebelum nilai tahanan semakin tinggi.

Kenapa Nilai Grounding Bisa Naik? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kami menyediakan layanan menyeluruh mulai dari perencanaan, analisis kebutuhan lokasi, pemasangan sistem grounding alternatif, hingga pengujian untuk memastikan hasil sesuai standar teknis yang berlaku. Setiap proses dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman agar sistem bekerja maksimal dan aman digunakan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi:
www.jasaproteksipetir.com

Untuk konsultasi dan layanan instalasi penangkal petir, hubungi:
0858-1156-3843

Percayakan kebutuhan instalasi penangkal petir Anda kepada tim profesional kami untuk solusi grounding yang tepat, aman, dan sesuai standar

Artikel Terbaru Jasa Proteksi Petir

Produk Proteksi Petir

Follow Jasaproteksipetir.com

WhatsApp
Google
Instagram
LinkedIn
Tags: grounding, nilai grounding, nilai resistansi

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed